Negriku Harapan Itu Masih Ada
Susungguhnya segala puji hanya milik Allah SWT. Kami memuji-Nya, Kami Berlindung Pada Allah dari keburukan jiwa kami dan dari keburukan amal kami. Barang siapa yang Allah SWT berikan petunjuk, maka tak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah disesatkan, maka takseorangpun yang mampu memberikan petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya.
Ihkwh fillah
“ Negriku Harapan Itu Masih Ada” begitulah asaya menamakan blog ini sebagai sebuah harapan yang ingin terus ditularkan kepada seluruh generasi penerus bangsa ini, dan yang paling utama adalah bagi diri saya supaya terus bersemangat dalam menjalani setiap episode hidup di negri yang tercinta ini.
Dalam setiap episode perjalanan Negri ini banyak sekalai hal yang sangat menyesakkan hati. Kita dari kecil oleh guru – guru kita atau dalam percakan ringan dan berat sekalipun sering mendengar bahwa “ Negara kita adalah negara yang besar dan kaya akan SDA yang bisa dimanfaatkan” “ Negara kita adalah negara subur menacapkan tongkatpun bisa tumbuh dengan sendirinya” bayak sekali kebanggaan kebanggaan yang sering diungkapkan, namun realitasnya kita masih jauh dari apa yang kita sering banggakan itu.Negri yang kaya ini masih belum jua bisa di manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, kita masih sering menemukan kelaparan, penganguran dan kebodohan.
Apa gerangan yang telah terjadi di Negri tercainta ini? Masih adakah harapan untuk bangkit?
Teriakanlah “ Negriku Harapan itu Masih Ada”
Pasti apabila kita mau untuk melakukan perbaikan secara pribadi lalu keluarga, masyarakat maka bukanlah sesuatu yang mustahil Negri Indonesia yang kita cintai ini akan menjadi negri yang mamur dan sejahtera.
“ Today must be better than yesterday and tomorrow must be better than today”
“ Jananlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok, waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena –fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka yang lemah tidak akan selamanya lemah sepanjang hidup dan yang kuat tidak akan selamanya kuat “( Hasan Al Bana)
segala puji hanya milik Allah, rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasull paling mulia. Wa badu.
Hamba yang Fakir
Badruz Zaman.
Satu komentar
lha blogs nya http://sahabatagus.wordpress.com/
tapi namanya Badrus Zaman
One Trackback/Pingback
[...] 2 lih. Syed Sharifuddin Pirzada, Evolution of Pakistan, 1963, Lahore, The All Pakistan Legal Decisions, hal. 444: (The chief minister of West Punjab, Mumtaz Daultana, was not reluctant to take any vigorous stand against it because he felt that it would be politically dangerous). ^ [...]